Bintuni | Mediaprorakyat.com — Kebakaran terjadi di ruang rawat inap Puskesmas Kampung Tofoi, Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat pada Jumat, 6 Maret 2026 sekitar pukul 18.30 WIT. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari dalam ruangan rawat inap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari tim di lokasi kejadian, api pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Yuliance Jeklin Kutanggas (23) yang tinggal sekitar 100 meter dari puskesmas.
Sekitar pukul 18.25 WIT, Yuliance yang saat itu berada di rumah dan sedang mendengarkan musik melihat kepulan asap hitam dari arah ruang rawat inap puskesmas.
“Saya melihat asap hitam dari arah ruang rawat inap. Setelah itu saya langsung berlari ke lokasi dan memanggil warga serta saksi lain yang tinggal di sekitar puskesmas,” ujarnya.
Namun saat para saksi tiba di lokasi, api sudah membesar dan mengelilingi bangunan ruang rawat inap sehingga tidak dapat dipadamkan.
Saksi lainnya, dr. Agung Anjar Sukmantoro (29) yang merupakan dokter umum di Puskesmas Tofoi, mengatakan bahwa sebelumnya sekitar pukul 17.15 WIT ia sempat berjalan-jalan di sekitar area puskesmas bersama anaknya dan tidak melihat adanya tanda-tanda mencurigakan.
“Setelah itu saya masuk ke rumah untuk berbuka puasa. Sekitar pukul 18.40 WIT saya melihat lampu di rumah berkedip-kedip. Tidak lama kemudian saya mendengar teriakan bahwa terjadi kebakaran di ruang rawat inap,” ungkapnya.
Saat keluar rumah, ia melihat api sudah menjalar dan membakar seluruh ruangan rawat inap sehingga tidak dapat dikendalikan.
Beberapa saksi lain yang berada di sekitar lokasi antara lain Marni Sole (34) dan Tri Susanti Lempo (30) yang juga merupakan tenaga kesehatan di Kampung Tofoi.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta meminta keterangan dari para saksi.
Berdasarkan catatan awal di lapangan, api diduga berasal dari dalam ruangan rawat inap akibat korsleting listrik. Selain itu, kondisi bangunan puskesmas yang sudah cukup tua (dibangun sekitar tahun 2007 hingga 2008) serta konstruksi bangunan yang semi permanen membuat api cepat menyebar.
Cuaca panas disertai angin saat kejadian juga turut mempercepat penyebaran api.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak terkait masih melakukan pendataan lebih lanjut mengenai kerugian akibat kebakaran tersebut. [tim]








