Home / Berita / Papua Barat / Sosial Budaya / Teluk Bintuni

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:39 WIT

Piter Masakoda Desak Perda PPMHA untuk Lindungi Masyarakat Adat

Belum Ada Perda, Hak Masyarakat Adat Terancam! Tokoh Pemuda Moskona Piter Masakoda Bersuara

Belum Ada Perda, Hak Masyarakat Adat Terancam! Tokoh Pemuda Moskona Piter Masakoda Bersuara

Bintuni, Mediaprorakyat.com — Salah satu tokoh pemuda dari wilayah Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, Piter Masakoda, mengusulkan agar pemerintah daerah di Provinsi Papua Barat segera memperjuangkan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (PPMHA) di kabupaten-kabupaten yang hingga kini belum memilikinya.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (4/3/2026), tokoh pemuda yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Pemuda Moskona (HIPMOS) itu menegaskan bahwa Majelis Rakyat Papua (MRP) dan DPR Papua Barat jalur pengangkatan memiliki peran strategis dalam mendorong pengakuan hukum terhadap masyarakat adat.

“MRP dan DPR jalur Otsus perlu memperjuangkan agar kabupaten-kabupaten di Provinsi Papua Barat yang belum memiliki Perda PPMHA segera membentuk regulasi tersebut,” ujar Piter.

Ia menambahkan, bagi kabupaten yang sudah memiliki Perda PPMHA, MRP dan DPR jalur Otsus wajib memfasilitasi organisasi non-pemerintah (NGO) untuk melakukan pemetaan suku dan marga sebagai dasar pengakuan negara terhadap wilayah adat.

“Pemetaan suku dan pemetaan marga sangat penting agar negara dapat mengakui secara sah wilayah masyarakat adat, baik berdasarkan suku maupun marga,” jelasnya.

Piter menyebutkan bahwa upaya pemetaan tersebut telah dilakukan di wilayah Suku Moskona, khususnya terhadap Marga Masakoda di Kabupaten Teluk Bintuni. Program pemetaan itu didukung melalui pendanaan Ketua Fraksi Otsus Papua Barat periode 2020–2025.

“Hasil pemetaan Marga Masakoda Suku Moskona di Kabupaten Teluk Bintuni saat ini sedang dalam proses penerbitan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI),” ungkapnya.

Selain itu, Piter menjelaskan bahwa pemetaan Marga Masakoda didanai oleh Ketua Fraksi Otsus Papua Barat pada tahun 2021. Sementara pemetaan Marga Yen, Yec, Esnam, dan Isbaned bersumber dari dana hibah HIPMOS tahun 2022 serta tahun anggaran 2024–2025.

Baca Juga  HUT ke-61 Golkar: Ahmad Kuddus Wujudkan Kepedulian Sosial Lewat Aksi Berbagi di Manokwari

“Untuk Marga Yen dan Yec, saat ini bersama Marga Masakoda sedang dalam proses penerbitan SK KLHK RI. Sedangkan Marga Esnam dan Isbaned masih dalam tahap pengusulan kepada Bupati Teluk Bintuni untuk penerbitan SK Bupati,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa HIPMOS berkolaborasi dengan Panah Papua telah menyelesaikan pemetaan Suku Moskona yang ditandai dengan berita acara kesepakatan. Saat ini, proses tersebut sedang dalam tahap koordinasi untuk pengusulan Surat Keputusan (SK) Suku Moskona kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

Piter berharap, langkah-langkah yang telah dilakukan di wilayah Suku Moskona ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Papua Barat agar masyarakat hukum adat memperoleh pengakuan negara secara adil, sah, dan bermartabat.  [hs]

P.T MEDIA PRO RAKYAT

Share :

Baca Juga

Berita

Sekertariat FOKER LSM Papua Bantah Isu Perubahan Nama Wilayah Adat Huwulama Menjadi Huseloma
Keterangan gambar: Tampak Bupati Teluk Bintuni yang disebut sebagai Yohanis Manibuy (kemeja putih) memimpin pertemuan bersama Kepala Dinas Pendidikan, pengurus PGRI, serta perwakilan guru di ruang rapat Kantor Bupati Teluk Bintuni, Kamis (4/3/2026), membahas isu keterlambatan pembayaran gaji guru dan klarifikasi informasi yang beredar di media sosial.

Berita

Bupati Yohanis Manibuy Ajak Guru Bijak Bermedia Sosial, Pemkab Teluk Bintuni Klarifikasi Isu Gaji
Liberius Mabel, S.Sos., resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Berita

Liberius Mabel Definitif Pimpin Dinas Koperasi Jayawijaya, Siapkan 18 Titik Pembangunan Koperasi Desa

Berita

Turun ke Pasar, Bupati Jayawijaya Pastikan Harga Sembako Aman dan Mama-Mama Papua Terlindungi
Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni, Yasman Yasir

Berita

Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni Dukung Program MUI Selama Ramadhan 1447 H

Berita

Bupati Teluk Bintuni Sinkronkan Program Infrastruktur Bersama Kementerian dan Pemprov Papua Barat

Berita

Akibat Trafo Rusak, Warga Tanah Merah Baru dan Saengga Gelap Gulita, Tangguh LNG Siapkan Listrik Darurat
Keterangan Gambar: Direktur Eksekutif YLBH Sisar Matiti, Yohanes Akwan, S.H., M.A.P., C.L.A., yang aktif memimpin advokasi hukum serta memberikan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu di Papua Barat, tampak mengenakan topi hitam dan kemeja putih bersama warga Kampung Mimbay SP 1, Daratan Prafi, Kabupaten Manokwari. (Foto: Istimewa)

Berita

Diduga Ada Tipu Daya dan Penggelapan, 927 Hektare Tanah Adat SP 2 Jadi SHM, YLBH Sisar Matiti Turun Kampung