Home / Berita / Nasional / Teluk Bintuni

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:28 WIT

Rakor Nasional Dihadiri Bupati Teluk Bintuni, Mendes PDT Usul Skema Afirmasi Daerah Tertinggal

Keterangan gambar:
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy (kemeja putih), tampak berdiri tepat di belakang Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto.
(Foto: Istimewa)

Keterangan gambar: Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy (kemeja putih), tampak berdiri tepat di belakang Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto. (Foto: Istimewa)

Bintuni, Mediaprorakyat.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, berencana menemui Presiden Prabowo Subianto untuk mengusulkan pembentukan klaster khusus bagi 30 daerah tertinggal di Indonesia.

Di kutip dari media online katakini.com , usulan tersebut disampaikan agar pengalokasian anggaran dan kebijakan pembangunan bagi wilayah tertinggal tidak lagi disamakan dengan daerah yang sudah maju. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pengentasan ketertinggalan.

Hal itu disampaikan Mendes Yandri dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Jakarta, Rabu (25/2). Ia menegaskan bahwa skema afirmasi menjadi kunci utama dalam mengurangi kesenjangan pembangunan.

Menurutnya, apabila daerah tertinggal terus disandingkan dengan daerah maju dalam perebutan anggaran, maka kesenjangan ekonomi akan sulit dipangkas.

“Kita perlu anggaran khusus atau klaster khusus untuk menggeser daerah tertinggal. Kalau disandingkan dengan daerah yang sudah maju, mereka tidak akan bisa mengejar. Bahkan seringkali anggarannya justru lebih rendah dari daerah maju, ini yang membuat mereka semakin tertinggal,” ujar Mendes Yandri.

Ia memaparkan bahwa sekitar 90 persen pendapatan di 30 daerah tertinggal saat ini masih bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut terjadi karena potensi ekonomi lokal belum tergarap maksimal akibat keterbatasan infrastruktur.

Sebagai contoh, wilayah Nias Utara memiliki potensi kelapa yang besar, namun akses jalan yang memadai baru mencapai sekitar 26 persen.

Pemerintah, lanjut Yandri, menargetkan penyelesaian persoalan tersebut secara komprehensif melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Ia meminta para bupati dan kepala daerah agar bersikap proaktif dalam merinci kebutuhan spesifik wilayah masing-masing.

“Saya minta para kepala daerah detailkan kebutuhannya, mulai dari jumlah jembatan, panjang jalan, sampai sektor ekonomi yang ingin dibangkitkan. Jangan lagi hanya bicara persoalan, tapi langsung bawa solusi. Apa nilai ekonomi yang mesti dibangkitkan agar PAD bisa muncul,” tegasnya.

Baca Juga  Ketua Karang Taruna Dorong Transparansi Dana Otsus di Teluk Bintuni

Selain infrastruktur, Mendes PDT juga menyoroti masih terbatasnya akses pelayanan dasar di daerah tertinggal. Berdasarkan data, rata-rata masyarakat harus menempuh jarak 9 kilometer untuk mencapai puskesmas, 2 kilometer menuju sekolah dasar, dan 7 kilometer ke pusat perdagangan.

Sebagai tindak lanjut, Mendes Yandri bersama jajaran Kementerian Desa dan PDT tengah mematangkan materi rekomendasi yang akan dipresentasikan langsung kepada Presiden Prabowo. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi titik balik percepatan pembangunan wilayah tertinggal.

“Saya ingin memastikan 30 daerah ini sejajar dengan kabupaten lain. Kita akan bersurat kepada Bapak Presiden agar beliau bisa menerima para kepala daerah untuk menyampaikan langsung solusi terbaik bagi daerah tertinggal,” pungkasnya.

Sebagai tambahan, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni turut hadir dalam kegiatan tersebut yang diwakili langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.

P.T MEDIA PRO RAKYAT

Share :

Baca Juga

Berita

Sekertariat FOKER LSM Papua Bantah Isu Perubahan Nama Wilayah Adat Huwulama Menjadi Huseloma
Keterangan gambar: Tampak Bupati Teluk Bintuni yang disebut sebagai Yohanis Manibuy (kemeja putih) memimpin pertemuan bersama Kepala Dinas Pendidikan, pengurus PGRI, serta perwakilan guru di ruang rapat Kantor Bupati Teluk Bintuni, Kamis (4/3/2026), membahas isu keterlambatan pembayaran gaji guru dan klarifikasi informasi yang beredar di media sosial.

Berita

Bupati Yohanis Manibuy Ajak Guru Bijak Bermedia Sosial, Pemkab Teluk Bintuni Klarifikasi Isu Gaji
Liberius Mabel, S.Sos., resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Berita

Liberius Mabel Definitif Pimpin Dinas Koperasi Jayawijaya, Siapkan 18 Titik Pembangunan Koperasi Desa

Berita

Turun ke Pasar, Bupati Jayawijaya Pastikan Harga Sembako Aman dan Mama-Mama Papua Terlindungi
Belum Ada Perda, Hak Masyarakat Adat Terancam! Tokoh Pemuda Moskona Piter Masakoda Bersuara

Berita

Piter Masakoda Desak Perda PPMHA untuk Lindungi Masyarakat Adat
Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni, Yasman Yasir

Berita

Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni Dukung Program MUI Selama Ramadhan 1447 H

Berita

Bupati Teluk Bintuni Sinkronkan Program Infrastruktur Bersama Kementerian dan Pemprov Papua Barat

Berita

Akibat Trafo Rusak, Warga Tanah Merah Baru dan Saengga Gelap Gulita, Tangguh LNG Siapkan Listrik Darurat