Bintuni, Mediaprorakyat.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga menggelar tatap muka calon mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi perawat dan bidan dari jenjang D3 ke S1 dan Program Profesi.
Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dengan Universitas Kadiri.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Rumah Sakit Umum Daerah Bintuni, Jumat (27/2/2026).
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Zakarias Ogoney, SKM., menyampaikan bahwa jumlah peserta yang akan mengikuti pendidikan tahun ini cukup besar.
“Jumlah mahasiswa untuk perawat sebanyak 112 orang dan bidan 111 orang. Program yang tersedia yaitu S1 dan juga Profesi Ners. Bagi yang sudah S.Kep wajib mengikuti profesi, sedangkan yang belum Ners akan diberangkatkan untuk kuliah,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini bukan yang pertama kali dilaksanakan. Pada tahun 2018, Pemkab Teluk Bintuni juga pernah menggelar program serupa bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Manado.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, S.Pd., S.IP., MM., dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dan wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan.
“Tenaga perawat dan bidan adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil, distrik pesisir, dan wilayah pedalaman yang menjadi karakteristik wilayah kita,” katanya.
Menurutnya, Program RPL memberi kesempatan bagi tenaga kesehatan yang telah lama mengabdi untuk melanjutkan pendidikan secara terstruktur dan diakui secara akademik.
Henry menekankan, pengalaman kerja serta kompetensi yang dimiliki akan direkognisi dan dikonversi dalam sistem pendidikan formal sehingga peningkatan kualifikasi dapat ditempuh secara lebih efektif tanpa mengurangi kualitas.
Lanjut Henry peningkatan jenjang pendidikan dari D3 ke S1 dan profesi bukan sekadar peningkatan gelar, melainkan investasi jangka panjang bagi mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Teluk Bintuni.
Dengan kualifikasi yang lebih tinggi, diharapkan lahir tenaga kesehatan yang semakin kompeten, profesional, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Kembali Henry menekankan bahwa kerja sama dengan Universitas Kadiri telah melalui proses komunikasi dan koordinasi yang panjang. Pemerintah daerah memastikan mitra perguruan tinggi yang dipilih memiliki komitmen, pengalaman, serta legalitas yang jelas dalam penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan.
“Program ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin memastikan setiap peserta memiliki komitmen menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kembali mengabdi dengan kinerja yang lebih baik,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi para calon mahasiswa yang tetap berkomitmen melanjutkan pendidikan di tengah kesibukan bekerja dan tanggung jawab keluarga.
Menurutnya, kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta semangat meningkatkan kompetensi dan integritas profesi.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait, lanjutnya, akan terus melakukan monitoring dan evaluasi agar pelaksanaan program berjalan transparan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Ke depan, Pemkab Teluk Bintuni berharap semakin banyak tenaga kesehatan yang memiliki kualifikasi S1 dan profesi sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menekan angka kesakitan serta kematian ibu dan anak, serta memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
“Mari bersama kita wujudkan Teluk Bintuni Sehat, Energik, Religius, dan Andal menuju masyarakat yang Smart dan Inovatif sesuai visi pembangunan lima tahun ke depan di bawah kepemimpinan Bupati Yohanis Manibuy, SE., MH dan Wakil Bupati Joko Lingara,” pungkas Kepala Dinas Pendidikan.
[tim]










