Bintuni, Mediaprorakyat.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Teluk Bintuni mencatat capaian kinerja yang signifikan sepanjang tahun 2025 dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan budaya literasi masyarakat.
Berdasarkan laporan kinerja tahun 2025, pengelolaan Perpustakaan Umum Daerah menunjukkan perkembangan positif yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 74 unit perpustakaan tersebar di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni.
Jumlah tersebut terdiri dari 16 perpustakaan umum yang berada di distrik, kampung, taman baca, dan rumah ibadah, serta 58 perpustakaan sekolah pada jenjang SD, SMP, dan SLTA.
Dari sisi koleksi, Perpustakaan Umum Daerah Teluk Bintuni telah memiliki 195.448 eksemplar buku dari 40.680 judul. Sementara tingkat pemanfaatan layanan juga menunjukkan hasil menggembirakan, dengan total 63.472 pengunjung dan 13.004 anggota terdaftar sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Teluk Bintuni, Yan Piet Bandi, SE, melalui Kepala Bidang Perpustakaan Robert, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya peningkatan kualitas layanan perpustakaan yang dilakukan secara konsisten.
“Kami melakukan penataan koleksi, perbaikan sistem layanan, serta optimalisasi pemanfaatan ruang baca agar lebih nyaman dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Teluk Bintuni, Jalan Raya Bintuni, Kali Tubi, Distrik Bintuni, Jumat Siang (30/1/2026).
Selain peningkatan layanan, perpustakaan juga berperan sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Berbagai kegiatan literasi telah dilaksanakan, seperti layanan baca di tempat, bimbingan membaca bagi pelajar, serta dukungan pendidikan nonformal melalui program diklat dan kursus komputer.
Perluasan jangkauan layanan turut dilakukan melalui kerja sama dengan sekolah, komunitas literasi, dan perangkat distrik.
Menurut Robert, dari aspek kelembagaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Teluk Bintuni juga berhasil meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola perpustakaan melalui pembinaan teknis serta penerapan tata kelola yang lebih tertib dan akuntabel.
“Secara umum, capaian tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam mewujudkan perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat bagi masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni,” katanya.
Meski demikian, berdasarkan hasil penilaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) oleh Tim Penilai Perpustakaan Nasional RI, upaya peningkatan literasi masih perlu terus diperkuat.
Untuk itu, ke depan direkomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi, pengembangan program literasi yang lebih efektif dan efisien, serta penguatan monitoring dan evaluasi agar setiap program berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
[hs]









