Bintuni, Mediaprorakyat.com – Jalur peredaran ganja yang masuk ke Kabupaten Teluk Bintuni diduga berasal dari Jayapura menuju Sorong, kemudian diteruskan ke Bintuni. Sasaran utama peredaran ganja tersebut adalah kalangan muda.
Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Polres Teluk Bintuni, AKP Bonifasius Lagowan, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya ladang ganja di wilayah Teluk Bintuni.
“Sejauh ini kami belum menemukan ladang ganja di Teluk Bintuni. Semoga tidak ada, itu harapan kita,” ujar AKP Bonifasius kepada wartawan di ruang kerjanya, Mapolres Teluk Bintuni, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menelusuri jaringan peredaran ganja tersebut. Tim bekerja dengan metode “jaring laba-laba” guna mengungkap asal barang haram dan jaringan pengedarnya.
“Kami telah membentuk tim untuk menelusuri jaringan peredaran ganja. Metode jaring laba-laba digunakan untuk mengetahui dari mana asal barang tersebut. Dampak buruk dari mengonsumsi ganja sangat besar dan sasarannya adalah kawula muda,” jelasnya.
Berdasarkan hasil penanganan sejumlah kasus, pihak kepolisian menemukan beberapa warga yang mengonsumsi ganja dalam kondisi kronis hingga menimbulkan penyakit sosial.
“Ada beberapa orang yang kami temukan sudah dalam kondisi kronis akibat mengonsumsi ganja dan menimbulkan penyakit sosial,” ungkapnya.
Sebagai langkah penanganan jangka panjang, Polres Teluk Bintuni akan berkoordinasi dengan pimpinan Polres serta Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk menyiapkan fasilitas rehabilitasi bagi para pecandu narkotika.
“Kami akan berkoordinasi dengan Kapolres Teluk Bintuni dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni agar dapat menyediakan bangunan untuk merehabilitasi warga pecandu narkotika,” tambahnya.
Terkait penegakan hukum, AKP Bonifasius menyebut salah satu pelaku pengedar ganja telah masuk ke tahap satu proses hukum.
“Salah satu pelaku pengedar ganja atas nama Natan sudah masuk Tahap I,” katanya.
Untuk menyelamatkan generasi muda Papua, AKP Bonifasius menegaskan bahwa pemberantasan peredaran narkoba di wilayah hukum Teluk Bintuni membutuhkan dukungan semua pihak, baik masyarakat, TNI, Polri, maupun Pemerintah Daerah.
“Untuk saat ini baru narkotika jenis ganja yang berhasil kita ungkap. Untuk peredaran sabu-sabu belum ditemukan. Karena itu kami membutuhkan dukungan semua pihak,” imbuhnya. [hs]









