Home / Berita / Hukum / Polres Teluk Bintuni

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:44 WIT

Polres Teluk Bintuni Telusuri Dugaan Tambang Emas Ilegal di Wilayah Perbatasan

Tampak alat berat jenis ekskavator serta base camp yang terlihat sepi di lokasi yang diduga menjadi area penambangan emas ilegal di bantaran sungai. Foto: Istimewa

Tampak alat berat jenis ekskavator serta base camp yang terlihat sepi di lokasi yang diduga menjadi area penambangan emas ilegal di bantaran sungai. Foto: Istimewa

Bintuni, Mediaprorakyat.com – Kepolisian Resor (Polres) Teluk Bintuni menindaklanjuti informasi terkait dugaan aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah perbatasan Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Penelusuran dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari sumber terpercaya mengenai adanya aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Teluk Bintuni, AKP Boby Rahman, mengatakan pihaknya segera menurunkan tim ke lapangan guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Setelah menerima informasi, kami langsung menurunkan tim ke lokasi yang dimaksud. Tim harus menempuh rute yang cukup berat dengan medan yang sulit,” ujar AKP Boby Rahman kepada wartawan di ruang kerjanya, Mapolres Teluk Bintuni, Selasa (27/1/2026).

Namun, setibanya di lokasi, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penambangan emas ilegal sebagaimana yang dilaporkan. Polisi hanya mendapati beberapa unit alat berat jenis ekskavator yang telah dipasangi garis polisi (police line), serta camp pekerja dalam kondisi kosong dan tidak berpenghuni.

“Di lokasi tidak ada aktivitas penambangan. Yang kami temukan hanya ekskavator yang sudah dipasang garis polisi dan camp yang kosong. Tidak ada pekerja maupun kegiatan yang sedang berlangsung,” jelasnya.

AKP Boby mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, aktivitas tambang emas ilegal tersebut diduga telah berlangsung sejak Desember 2025.

Namun, saat aparat kepolisian melakukan pengecekan langsung ke lapangan, seluruh aktivitas tersebut diduga telah dihentikan atau ditinggalkan.

“Informasi yang kami peroleh menyebutkan bahwa kegiatan tambang ini sudah berlangsung sejak Desember 2025. Akan tetapi, ketika kami turun ke lokasi, tidak ditemukan aktivitas maupun barang bukti yang dapat diamankan,” ungkapnya.

Baca Juga  Sosialisasi Hukum di Korem 182/JO: Perkuat Disiplin dan Kepatuhan Prajurit TNI AD di Fakfak

Ia menegaskan, hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat menetapkan atau menindak pihak tertentu karena minimnya barang bukti serta tidak ditemukannya pelaku di lokasi kejadian. Meski demikian, proses penyelidikan tetap berlanjut.

“Kami belum bisa melakukan penindakan karena tidak ada barang bukti dan pelaku tidak berada di lokasi. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” tegas AKP Boby Rahman.

Polres Teluk Bintuni juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas tambang ilegal, khususnya di wilayah perbatasan yang rawan terjadi pelanggaran hukum dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.

[hs]

Share :

Baca Juga

Keterangan foto: Ketua Pakuwojo Teluk Bintuni, Syamsul Huda (baju merah), didampingi Sekretaris Wagiman (baju hitam) , saat melakukan pemotongan tumpeng dalam rangka peringatan HUT ke-14 Pakuwojo.

Berita

HUT Ke-14 Pakuwojo Teluk Bintuni, Syamsul Huda: Dinamika Organisasi Harus Disikapi dengan Hati
Keterangan foto: Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Kabupaten Teluk Bintuni, mengenakan mahkota khas Papua, berfoto bersama jajaran pengurus Pakuwojo Teluk Bintuni dalam perayaan HUT ke-14 Pakuwojo.

Berita

Pesan Dewan Adat Papua: Jaga Persatuan dan Kebersamaan di HUT ke-14 Pakuwojo Teluk Bintuni
Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Bahas Penguatan SDM dan Advokasi Isu Daerah

Berita

Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Fokus Penguatan SDM dan Advokasi Daerah
Kiri ke kanan: Pierangelo Abela (President Director Saipem Indonesia), Undani (Kantor Wilayah Khusus Bea Cukai Papua), Surya Widyantoro (Deputi Eksploitasi SKK Migas), Kathy Wu (bp Regional President Asia Pacific), Iskarsyah (Bupati Karimun), dan Alastair Anderson (bp VP Projects Asia Pacific)

Berita

Jacket Perdana Proyek Tangguh UCC Rampung, Siap Dikirim ke Papua Barat

Berita

Operasi Gabungan di Rutan Bintuni, Petugas Pastikan Lingkungan Bersih dari Barang Haram

Berita

Agustinus Pongtuluran Terima Amanah Pimpin AFK Teluk Bintuni 2026–2028

Berita

LMA Suku Besar Sebyar Resmi Dilantik, Perkuat Peran Adat dan Martabat Masyarakat

Berita

LMA Suku Besar Sebyar Gelar Pelantikan Pengurus dan Raker Periode 2026–2031