Bintuni, Mediaprorakyat.com – Genting Oil bekerja sama dengan Sapa Foundation dan LP3TKP melaksanakan Tes Rekrutmen Calon Peserta Apprentice Program 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula St. Yohanis Km 2 Bintuni, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (21/01/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Genting Oil dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Orang Asli Papua (OAP), khususnya putra-putri daerah yang berasal dari wilayah terdampak langsung oleh proyek perusahaan. Sebanyak 39 peserta, yang seluruhnya merupakan anak asli Papua, mengikuti tahapan seleksi awal program ini.
Production Readiness Superintendent Genting Oil, Yoky Edy Saputra, menjelaskan bahwa Apprentice Program dirancang secara khusus untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan industri migas.
“Program apprentice ini kami susun untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap kerja. Harapannya, saat fasilitas produksi mulai beroperasi, putra-putri daerah sudah memiliki keterampilan serta sertifikasi yang diperlukan,” ujar Yoky kepada wartawan.
Ia menambahkan, pada tahap awal peserta harus melalui seleksi administrasi sebelum mengikuti ujian tertulis dan wawancara. Seluruh proses seleksi dilaksanakan oleh pihak ketiga yang ditunjuk dan mewakili Genting Oil Kasuri Pte. Ltd., guna memastikan proses berjalan objektif dan transparan.
Peserta yang dinyatakan lulus seleksi akan mengikuti program apprentice selama satu tahun di salah satu lembaga pendidikan dan pelatihan yang berada di Pulau Jawa. Selama masa pelatihan, peserta akan dibekali kemampuan soft skill dan technical skill.
Materi soft skill meliputi keselamatan kerja (safety), bahasa Inggris, kerja tim, kedisiplinan, komunikasi, presentasi, public speaking, serta problem solving. Sementara itu, pelatihan teknis disesuaikan dengan bidang masing-masing peserta, seperti produksi, kelistrikan (electrical), mekanik, dan instrumentasi.
Setelah menyelesaikan program, peserta akan memperoleh sertifikasi SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) sesuai bidang keahlian. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu syarat penting untuk bekerja di sektor industri migas.
Lebih lanjut dijelaskan, peserta yang lulus program apprentice dan telah mengantongi sertifikat SKKNI akan dipersiapkan untuk ditempatkan sebagai operator maupun teknisi pada fasilitas produksi GOKPL, yang direncanakan mulai onstream pada kuartal II (Q2) tahun 2027.
Adapun materi yang diujikan dalam proses seleksi meliputi tes potensi akademik, kemampuan dasar, serta psikotes. Seluruh peserta seleksi merupakan putra-putri asli Kabupaten Teluk Bintuni, dengan prioritas berasal dari wilayah yang terdampak langsung oleh kegiatan proyek.
Melalui pelaksanaan Tes Rekrutmen Apprentice Program 2026 ini, Genting Oil berharap dapat mencetak tenaga kerja lokal yang profesional, berdaya saing, dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah serta pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Teluk Bintuni.
[hs, tim]









