Merauke, Mediaprorakyat.com — Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Jayawijaya (HMPJ) Kota Studi Merauke menggelar ibadah syukuran menempati kontrakan baru bagi mahasiswa dan pelajar asal Kabupaten Jayawijaya di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Ibadah syukuran tersebut berlangsung pada Sabtu (17/1/2026) pukul 15.00 WIT, bertempat di kontrakan baru mahasiswa Jayawijaya di Jalan Blorep, Merauke. Kegiatan ini dihadiri oleh pembina, pendamping, puluhan mahasiswa Jayawijaya, serta sejumlah tamu undangan.
Ibadah syukur mengusung tema “Membangun Mezbah di Rumah Kontrakan: Menjadikan Kediaman sebagai Tempat Memuliakan Tuhan” dengan subtema Filipi 4:6, “Hidup Tanpa Kuatir, Penuh Doa dan Ucapan Syukur.” Ibadah dipimpin langsung oleh Bruder Johanes Kendang.
Dalam khotbahnya, Bruder Johanes menjelaskan bahwa mezbah merupakan simbol persembahan dan perjumpaan dengan Tuhan, sebagaimana yang dilakukan oleh bangsa Israel pada masa lampau. Menurutnya, makna tersebut relevan bagi mahasiswa Jayawijaya yang kini menempati kontrakan baru sebagai ruang untuk membangun iman, karakter, dan intelektualitas.
“Mahasiswa Jayawijaya yang tinggal di kontrakan ini adalah mereka yang sedang menuntut ilmu. Pengetahuan yang diperoleh kelak harus dibagikan kembali kepada masyarakat di kampung halaman,” ujarnya saat dihubungi Mediaprorakyat.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (18/1/2026).
Ketua HMPJ Kota Studi Merauke, Markus Pabika, dalam sambutannya mengajak seluruh senior, alumni, dan anggota aktif untuk tetap solid, kompak, serta bersama-sama membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Sementara itu, pendamping HMPJ, Yoram Oagay, menegaskan bahwa jarak kontrakan yang cukup jauh dari kampus tidak boleh melemahkan semangat mahasiswa dalam menyelesaikan studi. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan tantangan sekaligus ujian kedewasaan dan ketangguhan mahasiswa.
“Tema ibadah ini juga mengajak kita untuk belajar konsisten dan bertanggung jawab. Tinggal di kontrakan atau asrama merupakan proses belajar manajemen rumah tangga yang kelak berguna saat membangun keluarga,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, pihak HMPJ menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya atas bantuan penyediaan kontrakan baru. Namun demikian, mereka juga berharap adanya perhatian lanjutan terhadap sejumlah kebutuhan penunjang, seperti dapur, tempat tidur, serta instalasi listrik yang dinilai masih belum memadai.
Perwakilan alumni HMPJ menegaskan bahwa meskipun saat ini terdapat dua tempat tinggal atau asrama, mahasiswa Jayawijaya di Merauke tetap berada dalam satu wadah kekeluargaan Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Jayawijaya Kota Studi Merauke.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses pengajuan proposal permohonan kontrakan telah dimulai sejak tahun 2018 dan baru terealisasi pada tahun 2026. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya atas dukungan yang diberikan bagi mahasiswa Jayawijaya di tanah rantau. [js]








