Home / Berita / Manokwari / Papua Barat / Peristiwa

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:46 WIT

YLBH Sisar Matiti Desak Investigasi Menyeluruh atas Kematian ART Lansia di Manokwari

Direktur Eksekutif YLBH Sisar Matiti, Yohanes Akwan, S.H., MAP., C.L.A

Direktur Eksekutif YLBH Sisar Matiti, Yohanes Akwan, S.H., MAP., C.L.A

Manokwari | Mediaprorakyat.com — Kasus meninggalnya seorang Asisten Rumah Tangga (ART) lansia di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, kembali menguak persoalan klasik yang tak kunjung terselesaikan, lemahnya perlindungan negara terhadap pekerja rumah tangga, khususnya mereka yang berada dalam kelompok rentan seperti perempuan dan lansia.

Direktur Eksekutif YLBH Sisar Matiti, Yohanes Akwan, S.H., MAP., C.L.A., menegaskan bahwa peristiwa tragis tersebut bukan sekadar persoalan kriminal, tetapi menjadi cerminan nyata rapuhnya sistem pengawasan ketenagakerjaan di sektor domestik.

“Secara hukum, Indonesia telah memiliki kerangka perlindungan pekerja melalui Undang-Undang Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003), UU Cipta Kerja, hingga berbagai aturan turunan tentang hubungan kerja, upah minimum, jaminan sosial, dan keselamatan kerja,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa bahkan untuk pekerja lansia sekalipun, negara mewajibkan majikan memastikan kondisi kerja yang aman, beban kerja sesuai kemampuan fisik, serta kepesertaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, menurutnya, seluruh perangkat hukum tersebut sering kali tidak berjalan ketika menyangkut sektor domestik. Ribuan pekerja rumah tangga masih bekerja tanpa perjanjian kerja tertulis, tanpa jaminan sosial, dan tanpa pengawasan pemerintah.

“Padahal Disnaker memiliki mandat jelas: melakukan sidak, memastikan hak normatif pekerja, memeriksa potensi eksploitasi, hingga memberikan sanksi jika terjadi pelanggaran,” tegas Akwan, yang juga aktif dalam organisasi perburuhan Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Papua Barat.

Ia menilai bahwa dalam kasus seperti ini, peran Dinas Tenaga Kerja seharusnya tidak berhenti pada pendataan, tetapi melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan seluruh hak korban dipenuhi, termasuk jaminan sosial dan pendampingan hukum.

Akwan juga menyoroti pentingnya peran organisasi buruh di Manokwari yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam advokasi dan edukasi.

Baca Juga  YLBH Sisar Matiti Catat 5 Kasus Kekerasan Seksual Anak di Teluk Bintuni Sepanjang 2026

Menurutnya, organisasi buruh memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan pelanggaran, menekan pemerintah memperbaiki sistem pengawasan, serta memberikan pendampingan hukum kepada keluarga korban.

Namun, ia menyayangkan bahwa kasus-kasus pekerja rumah tangga kerap luput dari perhatian gerakan buruh karena dianggap bagian dari sektor informal yang sulit dijangkau.

Kematian ART lansia ini, lanjut Akwan, harus menjadi alarm keras bagi pemerintah, majikan, organisasi buruh, hingga masyarakat.

Akwan mengingatkan, Eksploitasi pekerja rumah tangga tidak boleh lagi dianggap sebagai urusan internal keluarga.

“Ini persoalan ketenagakerjaan, kemanusiaan, dan kegagalan sistem yang harus segera diperbaiki. Negara wajib hadir di ruang-ruang domestik yang selama ini tertutup. Aturan sudah ada, tetapi tanpa pengawasan dan keberpihakan, tragedi seperti di Manokwari akan terus berulang. Semua pekerja, termasuk para lansia, berhak bekerja secara aman, layak, dan bermartabat,” tandasnya.

Ia berharap kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah ( Kabupaten / Provinsi) untuk memperkuat perlindungan pekerja rumah tangga dan memperbaiki mekanisme pengawasan di lapangan agar tidak ada lagi korban berikutnya.

Akwan juga menambahkan bahwa YLBH Sisar Matiti menyediakan layanan bantuan hukum gratis (konsultasi dan pendampingan) bagi masyarakat kurang mampu di Papua Barat, termasuk para pekerja, sebagai upaya memastikan akses keadilan dan perlindungan hukum bagi rakyat kecil.

[red/mpr/hs]

Share :

Baca Juga

Keterangan foto: Ketua Pakuwojo Teluk Bintuni, Syamsul Huda (baju merah), didampingi Sekretaris Wagiman (baju hitam) , saat melakukan pemotongan tumpeng dalam rangka peringatan HUT ke-14 Pakuwojo.

Berita

HUT Ke-14 Pakuwojo Teluk Bintuni, Syamsul Huda: Dinamika Organisasi Harus Disikapi dengan Hati
Keterangan foto: Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Kabupaten Teluk Bintuni, mengenakan mahkota khas Papua, berfoto bersama jajaran pengurus Pakuwojo Teluk Bintuni dalam perayaan HUT ke-14 Pakuwojo.

Berita

Pesan Dewan Adat Papua: Jaga Persatuan dan Kebersamaan di HUT ke-14 Pakuwojo Teluk Bintuni
Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Bahas Penguatan SDM dan Advokasi Isu Daerah

Berita

Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Fokus Penguatan SDM dan Advokasi Daerah
Kiri ke kanan: Pierangelo Abela (President Director Saipem Indonesia), Undani (Kantor Wilayah Khusus Bea Cukai Papua), Surya Widyantoro (Deputi Eksploitasi SKK Migas), Kathy Wu (bp Regional President Asia Pacific), Iskarsyah (Bupati Karimun), dan Alastair Anderson (bp VP Projects Asia Pacific)

Berita

Jacket Perdana Proyek Tangguh UCC Rampung, Siap Dikirim ke Papua Barat

Berita

Operasi Gabungan di Rutan Bintuni, Petugas Pastikan Lingkungan Bersih dari Barang Haram

Berita

Agustinus Pongtuluran Terima Amanah Pimpin AFK Teluk Bintuni 2026–2028

Berita

LMA Suku Besar Sebyar Resmi Dilantik, Perkuat Peran Adat dan Martabat Masyarakat

Berita

LMA Suku Besar Sebyar Gelar Pelantikan Pengurus dan Raker Periode 2026–2031