Yogyakarta | Mediaprorakyat.com — Rektor Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU), Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., melakukan audiensi resmi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung PP Muhammadiyah, Yogyakarta. Selasa (11/11/2025) kemarin.
Dalam kunjungan tersebut, Rektor UNIMUTU didampingi oleh Sekretaris PWM Papua Barat, Syamsul Inay, S.Pd., M.Tr.IP., dan diterima langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., beserta jajaran pimpinan, yakni Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., Dr. Agus Taufikurrahman, Sp.S., M.Kes., serta Sekretaris PP Muhammadiyah, Dr. M. Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Tri Wahyuni memaparkan perkembangan pesat UNIMUTU sejak diterbitkannya Surat Keputusan Pendirian UNIMUTU pada 19 Mei 2025. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang baru berdiri di wilayah Teluk Bintuni, UNIMUTU menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan jumlah mahasiswa yang kini telah mencapai 570 orang. Capaian ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat Papua Barat terhadap pendidikan tinggi Muhammadiyah yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Lebih lanjut, Rektor menguraikan sejumlah agenda strategis dalam pengembangan ekosistem akademik kampus. Salah satunya adalah rencana pendirian Klinik Muhammadiyah UNIMUTU, yang akan berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum, sekaligus menjadi wahana praktik pembelajaran bidang kesehatan dan pengabdian sosial.
Selain itu, UNIMUTU juga tengah menyiapkan pendirian LEP School: SD IT Muhammadiyah UNIMUTU, sebagai bagian dari upaya integrasi sistem pendidikan Muhammadiyah dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan memperkuat kaderisasi, tata nilai, dan mutu pendidikan Muhammadiyah di wilayah Papua Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UNIMUTU juga secara resmi mengundang Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan gedung kampus UNIMUTU di Teluk Bintuni. Kehadiran Prof. Haedar Nashir diharapkan menjadi energi moral dan simbol komitmen Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan di kawasan timur Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Haedar Nashir menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas kemajuan UNIMUTU. Ia menegaskan bahwa UNIMUTU memiliki posisi strategis sebagai pusat dakwah pencerahan, pemberdayaan, dan kemajuan masyarakat Papua Barat. Prof. Haedar juga mendorong agar UNIMUTU terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kapasitas akademik, serta menjalin kemitraan kolaboratif lintas sektor.
“UNIMUTU bukan hanya simbol kehadiran Muhammadiyah di Tanah Papua, tetapi juga wujud nyata komitmen kita dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berkemajuan,” ujar Prof. Haedar.
[red/mpr/rls]









