Home / Berita / Hukum / Nasional / Papua Barat / Peristiwa / Teluk Bintuni

Rabu, 22 Oktober 2025 - 11:22 WIT

Mahasiswa dan Pemuda Moskona Galang Dana untuk Korban Konflik Baku Tembak di Moskona Utara

Keterangan gambar:
Dua pemuda di Teluk Bintuni membentangkan spanduk bertuliskan ajakan solidaritas dalam aksi penggalangan dana untuk membantu para pengungsi korban konflik bersenjata di Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh, Rabu (22/10/2025).

Keterangan gambar: Dua pemuda di Teluk Bintuni membentangkan spanduk bertuliskan ajakan solidaritas dalam aksi penggalangan dana untuk membantu para pengungsi korban konflik bersenjata di Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh, Rabu (22/10/2025).

Bintuni | Mediaprorakyat.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (Unimutu) bersama Forum Pemuda Asli Tujuh Suku Peduli Otsus (FORAPELO) Teluk Bintuni turun ke jalan melakukan aksi penggalangan dana bagi warga terdampak konflik bersenjata di Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh, Kabupaten Teluk Bintuni.

Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung di dua titik, yakni area lampu merah Pasar Sentral dan Kampung Lama, Distrik Bintuni, Rabu (22/10/2025).

Para mahasiswa dan pemuda tampak membawa kotak sumbangan serta membentangkan spanduk dan karton bertuliskan ajakan solidaritas untuk para pengungsi.

Aksi ini mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.

Aksi ini terjadi akibat Konflik bersenjata antara aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara, sejak Sabtu (11/10/2025), menyebabkan satu anggota TNI tewas tertembak dan ratusan warga sipil mengungsi ke hutan untuk menghindari dampak baku tembak.

Menurut data lapangan, sedikitnya 194 warga dari sembilan kampung di dua distrik tersebut terpaksa meninggalkan rumah mereka. Para pengungsi kini hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa akses terhadap makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Hal ini disampaikan oleh Salah satu mahasiswa Unimutu, Daniel Ogoney, mengatakan aksi solidaritas ini dilakukan karena belum adanya kejelasan mengenai kondisi para pengungsi.

“Sampai sekarang kami belum tahu apakah para pengungsi sudah mendapat bantuan atau belum. Karena itu, kami turun ke jalan untuk membantu semampu kami,” ujarnya di lapangan (Lampu merah Kampung Lama) .

Sementara itu, tokoh pemuda Moskona, Seprianus Yerkohok, melalui pengeras suara menyerukan kepada masyarakat dan pemerintah agar segera membantu para korban.

“Kami berharap Bupati dan Ketua DPRK Teluk Bintuni segera menarik para pengungsi ke kota dan memberikan perhatian kepada mereka. Mereka butuh bantuan segera,” tegasnya.

Pada kesempatan itunKoordinator aksi penggalangan dana, Ruben Frasa, menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini sudah dilakukan selama dua hari dan melibatkan sekitar 60 orang relawan dari berbagai organisasi dan komunitas peduli.

“Kami sudah menyampaikan ke pihak Polres Teluk Bintuni terkait aksi ini. Yang terlibat adalah teman-teman dari Unimutu, Forapelo, Moskona Bersatu, dan beberapa masyarakat yang punya kepedulian,” ujar Ruben.

Ruben menambahkan, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Kesbangpol masih berkoordinasi dengan Bupati Teluk Bintuni untuk membentuk Tim Penyelamatan Pengungsi.

“Kami berharap agar tim ini segera dibentuk,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa hingga kini dua distrik terdampak sudah kosong dari aktivitas warga.

“Di dua distrik itu tidak ada lagi masyarakat, hanya hewan ternak yang tersisa. Mereka sulit dihubungi karena masih bersembunyi di hutan,” jelas Ruben.

Terpisah, Sejumlah sumber lokal menyebutkan beberapa rumah, sekolah, dan gereja mengalami kerusakan akibat operasi militer yang dilakukan pasca bentrokan.

Warga enggan kembali ke kampung karena takut terhadap intimidasi, penangkapan sewenang-wenang, dan kekerasan dari aparat keamanan.

Koalisi masyarakat sipil di Teluk Bintuni mendesak pemerintah untuk segera menghentikan operasi militer di wilayah sipil, menarik pasukan dari pemukiman warga, serta membuka akses bagi lembaga kemanusiaan dan media independen agar dapat meninjau langsung kondisi para pengungsi.

Selain itu, masyarakat adat juga menuntut jaminan keselamatan dan perlindungan hukum bagi warga terdampak serta penghentian tindakan penyisiran dan penangkapan yang dinilai bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia.

Peristiwa di Teluk Bintuni ini kembali memperlihatkan kerentanan warga sipil dalam konflik bersenjata di Tanah Papua.

Pemerintah diharapkan segera meninjau ulang pendekatan keamanan dan menggantinya dengan pendekatan dialog, kemanusiaan, dan keadilan sosial untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap negara.

 

[red/mpr/hs]

Share :

Baca Juga

Keterangan Gambar: Komandan Kodim 1806/Teluk Bintuni, Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak, berbincang bersama wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teluk Bintuni terkait pelaksanaan Open Turnamen Bilyard dalam rangka HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (13/5/2026) di Makodim 1806/TB.

Berita

Letkol Yan M. Doli Simanjuntak: “Olahraga Hari Ini, Prestasi Masa Depan”, Kodim 1806 Gelar Open Turnamen Bilyard

Berita

BPS Papua Barat: Teluk Bintuni Catat Penurunan Kemiskinan Ekstrem Terbaik di Papua Barat
Keterangan gambar: Murid Sekolah Adat Walelagama menunjukkan miniatur Honai dari tanah liat hasil karya mereka, sebagai wujud kreativitas dan pelestarian budaya anak-anak pedalaman Papua. (Julianus/MPR)

Berita

Anak Pedalaman Papua Berkarya Lewat Kerajinan Tanah Liat
Keterangan gambar: Jhoni Orocomna (tengah, mengenakan kemeja batik) resmi menerima mandat sebagai Ketua GMKI Calon Cabang Teluk Bintuni dalam penyerahan Surat Keputusan (SK) pengurus di Rumah Doa Jemaat E.T Mosum TB, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (12/5/2026).

Berita

Pengurus Calon Cabang GMKI Teluk Bintuni Terima SK, Jhoni Orocomna Resmi Pimpin Organisasi
Keterangan Gambar: Yohanis Manibuy (kanan) bersama Rifaldhi Kwando yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Teluk Bintuni. (Istimewa)

Berita

Dua Hari di Mimika, Bupati Teluk Bintuni Ikut Bahas Otsus Papua
Keterangan foto: Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, saat berdialog langsung dengan para mahasiswa yang mempertanyakan keterlambatan pencairan dana bantuan sosial pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Teluk Bintuni.

Berita

Mahasiswa Datangi Dinas Pendidikan, Kadis Teluk Bintuni Gerak Cepat Pastikan Bansos Pendidikan Segera Cair
Anggota DPR Provinsi Papua Barat dari Komisi II, Fachry Tura

Berita

Anggota DPR Papua Barat Apresiasi Rakor MKKS SMA/SMK di Bintuni, Soroti Solusi Konkret Pendidikan

Berita

Wabup Teluk Bintuni Buka Rakor MKKS SMA/SMK se-Papua Barat, Sampaikan Pesan Penting soal Pendidikan