Home / Berita / Bisnis & Ekonomi / Manokwari / Papua Barat

Kamis, 16 Oktober 2025 - 20:00 WIT

Dari NTT ke Tanah Papua: Perjuangan Yohanes Moat Paino Membangun Usaha Mandiri di Manokwari

Keterangan gambar:
Yohanes Moat Paino (berdiri, kiri) bersama teman-temannya di depan tempat usahanya “Cuci Motor Komodo Moat Portu” di kawasan Bumi Marina, Manokwari, Papua Barat. Usaha ini menjadi salah satu bentuk kemandirian Yohanes setelah menamatkan kuliah di Universitas Papua (UNIPA).
(Foto: dok. pribadi/Mediaprorakyat)

Keterangan gambar: Yohanes Moat Paino (berdiri, kiri) bersama teman-temannya di depan tempat usahanya “Cuci Motor Komodo Moat Portu” di kawasan Bumi Marina, Manokwari, Papua Barat. Usaha ini menjadi salah satu bentuk kemandirian Yohanes setelah menamatkan kuliah di Universitas Papua (UNIPA). (Foto: dok. pribadi/Mediaprorakyat)

Manokwari | Mediaprorakyat.com — Yohanes Moat Paino, pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), membagikan kisah perjuangannya merantau ke Papua Barat hingga berhasil menempuh pendidikan di Universitas Papua (UNIPA) dan membangun usaha mandiri di Manokwari.

Dalam wawancara bersama mediaprorakyat pada Kamis (16/10/2025), Yohanes menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku. Awalnya, ia datang ke Manokwari bukan untuk kuliah, melainkan mencari pekerjaan di sektor bangunan. Namun, kedekatannya dengan lingkungan kampus UNIPA membuatnya termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Pada tahun 2018, Yohanes akhirnya mendaftar di UNIPA dan diterima di Fakultas Pertanian, Program Studi Ilmu Tanah. Selama kuliah, ia tinggal di Asrama Mahasiswa Katolik Villanova, tempat ia mendapat pembinaan karakter dan belajar hidup mandiri.

“Waktu itu saya pernah tidak punya uang sama sekali. Bahkan sampai meneteskan air mata karena jauh dari orang tua dan keluarga,” kenangnya.

Pengalaman sulit itu justru mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Ia mulai mencari peluang usaha kecil-kecilan. Bermodal kamera, Yohanes menjadi fotografer dengan tarif terjangkau untuk mahasiswa dan masyarakat sekitar. Dari hasilnya, ia menabung hingga bisa membeli anak babi untuk diternakkan, serta menjual bensin eceran di depan kampus.

“Per hari bisa dapat Rp70 ribu sampai Rp100 ribu dari jual bensin. Dari situ saya bisa kredit motor,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Yohanes juga bekerja sama dengan saudaranya di Surabaya untuk memasarkan kue gulung di Manokwari, sambil menjadi ojek untuk menambah pemasukan.

Setelah menyelesaikan kuliah, Yohanes memberanikan diri membuka usaha pencucian motor dan mobil di kawasan Bumi Marina, Manokwari. Dengan tarif Rp20 ribu untuk motor dan Rp100 ribu untuk mobil, ia menyewa lahan seharga Rp1 juta per bulan dan mempekerjakan dua mahasiswa sebagai karyawan paruh waktu.

Baca Juga  Bupati Teluk Bintuni Minta Dukungan Pemprov dan Pusat untuk Majukan Kawasan Industri ONAR

“Kalau mereka kuliah, saya yang turun langsung. Semua hasil dibagi sesuai kerja. Tantangannya memang besar, apalagi soal biaya sewa tempat dan cicilan motor. Tapi ini konsekuensi yang harus dijalani,” tutur Yohanes.

Keterangan gambar: Yohanes Moat Paino saat diwawancarai di tempat usahanya, “Cuci Motor Komodo Moat Portu”, yang berlokasi di kawasan Bumi Marina, Amban, Manokwari, Papua Barat. Ia menceritakan perjalanan hidup dan perjuangannya merintis usaha mandiri setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Papua (UNIPA). (Foto: dok. pribadi/Mediaprorakyat)
📸 Keterangan gambar:
Yohanes Moat Paino saat diwawancarai di tempat usahanya, “Cuci Motor Komodo Moat Portu”, yang berlokasi di kawasan Bumi Marina, Amban, Manokwari, Papua Barat. Ia menceritakan perjalanan hidup dan perjuangannya merintis usaha mandiri setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Papua (UNIPA).
(Foto: dok. pribadi/Mediaprorakyat)

Bagi Yohanes, tantangan hidup di tanah rantau bukanlah penghalang untuk terus berjuang. Ia meyakini bahwa kerja keras, komitmen, dan semangat pantang menyerah adalah kunci untuk bertahan hidup sekaligus membangun masa depan.

[red/mpr/js]

Share :

Baca Juga

Keterangan Gambar: Wakil Bupati Teluk Bintuni resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Tingkat Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025. Sumber foto: Staf PROKOMPIM Setda Teluk Bintuni.

Berita

Pesparani 2025 Dibuka! Wabup Joko Linggara Pimpin Langsung
Direktur Eksekutif YLBH Sisar Matiti, Yohanes Akwan, S.H., MAP., C.L.A

Berita

YLBH Sisar Matiti Desak Investigasi Menyeluruh atas Kematian ART Lansia di Manokwari

Berita

Penjaringan Calon Ketua LMA Sebyar 2025–2030 Resmi Ditutup, Empat Nama Masuk Bursa
Memperingati HARKODIA 2025, Kejaksaan Gelar Penyuluhan Hukum di UNIMUTU Teluk Bintuni

Berita

Brantas Korupsi, Kejaksaan Edukasi Generasi Muda di Teluk Bintuni
Foto yang diabadikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan personel kepolisian menyerahkan paket sembako langsung kepada warga, menggambarkan kedekatan dan kepedulian polisi terhadap masyarakat.

Berita

Satreskrim Bintuni Berbagi Sembako Rayakan HUT Reserse ke-78

Berita

Wagiman Tindak Lanjut Aspirasi Warga, Dinas Pertanian Lakukan Pemeriksaan Bantuan
Keterangan gambar: Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara (kiri) bersama Ketua Umum PBSI Provinsi Papua Barat Drs. Deddy Sunandar saat pelantikan Pengurus PBSI Teluk Bintuni masa bakti 2025–2029.

Berita

PBSI Teluk Bintuni Dilantik, Wabup Tekankan Pembinaan Atlet
Ketua DPC PDIP Teluk Bintuni periode 2025–2030: Ma'dika, S.Pd

Berita

Madika S.Pd Nahkodai PDIP Bintuni: Siapkan Lompatan Politik Menuju 5 Kursi Dewan