Home / Berita / Bisnis & Ekonomi / Manokwari / Papua Barat

Selasa, 23 September 2025 - 17:17 WIT

Petani Sidey Bersorak, Mesin Pemarut Sagu Tingkatkan Pendapatan hingga Rp5 Juta per Minggu

Keterangan Gambar:
Ketua tim pelaksana, Risma Uli Situngkir, memberikan penjelasan pelatihan dengan metode learning by doing di lokasi dusun sagu, mencakup penyiapan infrastruktur, pengoperasian, hingga pemeliharaan mesin. (Foto: JS/MPR)

Keterangan Gambar: Ketua tim pelaksana, Risma Uli Situngkir, memberikan penjelasan pelatihan dengan metode learning by doing di lokasi dusun sagu, mencakup penyiapan infrastruktur, pengoperasian, hingga pemeliharaan mesin. (Foto: JS/MPR)

Manokwari | Mediaprorakyat.com – Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Papua (UNIPA) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kampung Sidey Makmur, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dengan memperkenalkan mesin pemarut sagu tipe silinder Variant-02 kepada kelompok tani setempat.

Kegiatan yang berlangsung pada 15–18 September 2025 ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIPA. Program tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek RI.

Ketua tim pelaksana, Risma Uli Situngkir, menjelaskan pelatihan dilakukan dengan metode *learning by doing* di lokasi dusun sagu, mulai dari penyiapan infrastruktur, pengoperasian, hingga pemeliharaan mesin.

Menurut Risma, penggunaan mesin pemarut sagu ini terbukti mampu meningkatkan kapasitas produksi kelompok tani secara signifikan. “Dengan mesin Variant-02, waktu pengolahan satu pohon sagu bisa dipangkas menjadi 16 jam saja, dibandingkan metode tradisional yang membutuhkan hingga enam hari,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).

Dalam uji coba, mesin mampu menghasilkan total parutan 1.719 kg, dengan rata-rata kapasitas pemarut 573 kg/jam dan rendemen pati basah sebesar 524 kg. Sementara metode tradisional hanya menghasilkan sekitar 180 kg pati basah per minggu.

“Dengan mesin ini, produksi meningkat hampir tiga kali lipat. Jika harga jual pati basah Rp10.000 per kilogram, maka pendapatan mingguan kelompok tani bisa mencapai Rp5,24 juta,” jelasnya.

Meski demikian, Risma menekankan bahwa produk yang dihasilkan masih berupa pati basah dan belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Proses tambahan seperti pengeringan dan penggilingan masih diperlukan agar kualitas produk lebih kompetitif.

Salah satu anggota kelompok tani, Manasye Krey, menyampaikan apresiasinya atas program ini. “Bantuan mesin dan pelatihan ini mewujudkan kerinduan kami menjadikan sagu sebagai mata pencaharian utama. Saya berharap program seperti ini juga diterapkan di kelompok tani lain di Distrik Sidey,” ungkapnya.

Baca Juga  Hutan Bintuni Terkuras Diam-Diam! Kayu dan Sawit Mengalir ke Jawa, Siapa yang Diuntungkan?

Tim pengabdian masyarakat FATETA UNIPA ini diketuai Risma Uli Situngkir dengan anggota Ir. Darma, M.Si., Ph.D., serta Reniana, STP., M.Sc. Mereka berkomitmen terus mengembangkan inovasi berbasis riset untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat Papua melalui sagu sebagai komoditas lokal unggulan.

Keterangan Gambar: FATETA UNIPA kenalkan mesin pemarut sagu di Sidey, tingkatkan produksi hingga tiga kali lipat. (Foto: JS/MPR)
Keterangan Gambar:
FATETA UNIPA kenalkan mesin pemarut sagu di Sidey, tingkatkan produksi hingga tiga kali lipat. (Foto: JS/MPR)

 

 

 

[red/mpe/js]

Share :

Baca Juga

Keterangan Gambar: Wakil Bupati Teluk Bintuni resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Tingkat Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025. Sumber foto: Staf PROKOMPIM Setda Teluk Bintuni.

Berita

Pesparani 2025 Dibuka! Wabup Joko Linggara Pimpin Langsung
Direktur Eksekutif YLBH Sisar Matiti, Yohanes Akwan, S.H., MAP., C.L.A

Berita

YLBH Sisar Matiti Desak Investigasi Menyeluruh atas Kematian ART Lansia di Manokwari

Berita

Penjaringan Calon Ketua LMA Sebyar 2025–2030 Resmi Ditutup, Empat Nama Masuk Bursa
Memperingati HARKODIA 2025, Kejaksaan Gelar Penyuluhan Hukum di UNIMUTU Teluk Bintuni

Berita

Brantas Korupsi, Kejaksaan Edukasi Generasi Muda di Teluk Bintuni
Foto yang diabadikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan personel kepolisian menyerahkan paket sembako langsung kepada warga, menggambarkan kedekatan dan kepedulian polisi terhadap masyarakat.

Berita

Satreskrim Bintuni Berbagi Sembako Rayakan HUT Reserse ke-78

Berita

Wagiman Tindak Lanjut Aspirasi Warga, Dinas Pertanian Lakukan Pemeriksaan Bantuan
Keterangan gambar: Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara (kiri) bersama Ketua Umum PBSI Provinsi Papua Barat Drs. Deddy Sunandar saat pelantikan Pengurus PBSI Teluk Bintuni masa bakti 2025–2029.

Berita

PBSI Teluk Bintuni Dilantik, Wabup Tekankan Pembinaan Atlet
Ketua DPC PDIP Teluk Bintuni periode 2025–2030: Ma'dika, S.Pd

Berita

Madika S.Pd Nahkodai PDIP Bintuni: Siapkan Lompatan Politik Menuju 5 Kursi Dewan