Silaturahmi Abdul Faris Umlati dan Petrus Kasihiw: Dinamika Politik PBD dan Persiapan Pilkada

Tampak Ketua DPW Partai Demokrat Papua Barat Daya, Abdul Faris Umlati dan Ketua DPW Partai NasDem Papua Barat Daya Petrus Kasihiw (kaos putih) saat memberikan keterangan kepada awak media, Sorong, Minggu (14/04/2024) foto: Ongen.
Tampak Ketua DPW Partai Demokrat Papua Barat Daya, Abdul Faris Umlati dan Ketua DPW Partai NasDem Papua Barat Daya Petrus Kasihiw (kaos putih) saat memberikan keterangan kepada awak media, Sorong, Minggu (14/04/2024) foto: Ongen.

Sorong, Mediaprorakyat.com – Abdul Faris Umlati dan Petrus Kasihiw, selaku Bupati Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Teluk Bintuni serta Ketua DPD Partai Demokrat Papua Barat Daya dan Ketua DPW Partai NasDem Papua Barat Daya , melakukan silaturahmi saat Idul Fitri tahun 2024. Minggu (24/04/2024)

Kepada wartawan, Ketua DPW Partai Demokrat Papua Barat Daya menjelaskan pertemuan dengan Petrus Kasihiw di Sorong adalah sebagai bentuk silaturahmi, namun juga mengakui adanya persoalan.

“Kebetulan Pak Bupati Bintuni ini juga bupati aktif, saya juga masih bupati aktif,” jelasnya.

Sambungnya, “Kami sama-sama memimpin dari dua partai besar yang lolos di Senayan saat ini, yaitu NasDem dan Demokrat.” Bupati Raja Ampat aktif, yang biasa disingkat AFU, menambahkan bahwa dalam dinamika politik daerah, persiapan untuk Pilkada yang akan datang sudah harus dilakukan.

Sambung AFU lagi , oleh karena itu pertemuan dua tokoh ini bagi saya adalah bagian daripada silaturahmi halal bi halal juga di waktu Lebaran tapi juga silaturahmi politik juga, semua akan didiskusi dan ditindaklanjuti lebih lanjut.

AFU juga mengakui bahwa pertemuan yang mereka lakukan ada kaitannya dengan politik Pilkada tahun 2024 di Provinsi termuda itu.

“Kaitannya dengan Pilkada 2024 sangat jelas, artinya prosesnya tidak akan lama lagi. Sebagai ketua partai dan bupati, kami bertanggung jawab untuk segera mendiskusikan silaturahmi politik. Kita perlu saling mengenal agar chemistry politik yang baik dapat terbangun, karena masyarakat menunggu untuk menentukan dukungan pada Pilkada di Papua Barat Daya tahun 2004.” Ungkap AFU.

Lanjut AFU, “Semua masih dalam penjajakan dalam pembicaraan yang akan datang, tentu kita serius dalam hal ini. Kita tidak hanya sekedar berbincang di warung kopi, tetapi pertemuan kedua tokoh partai politik di Provinsi Papua Barat Daya. Ini Isyarat, dalam dinamika berpolitik, seharusnya seperti ini, seharusnya dimainkan, dilakukan. Kita tidak bisa menganggap bahwa sesuatu atau seseorang itu tidak berarti dalam pengaruh politik, karena kita tahu bahwa NasDem juga memiliki 4 kursi, dan kami (Demokrat_red) juga memiliki 5 kursi,” ujar Ketua DPW Partai Demokrat Papua Barat Daya.

Sementara Petrus Kasihiw, Ketua DPW Partai NasDem Papua Barat Daya, mengungkapkan kesenangannya atas terlaksananya pertemuan silaturahmi dengan Bupati Raja Ampat, yang juga merupakan tokoh Muslim yang sedang merayakan Idul Fitri.

Dalam pertemuan tersebut, Kasihiw menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri dan menyoroti pentingnya silaturahmi politik dalam menjajaki kemungkinan koalisi, terutama dalam konteks pemilihan kepala daerah. Kehadiran beberapa partai politik seperti PKS, NasDem, dan Demokrat, menjadi isyarat potensial terbentuknya koalisi di masa depan.

“Kebetulan ya, silaturahmi. Kebetulan kami datang juga. Ada teman-teman dari Partai PKS hadir. Ini isyarat, PKS, NasDem, Demokrat. Jadi, NasDem dan Demokrat kebetulan kami dua adalah pemimpin partainya,” ujar Petrus Kasihiw.

Petrus mengungkapkan, tidak menutup  kontestasi politik  , siapa tahu kalau partai kami mengizinkan kami berdua ya tidak ada tidak ada persoalan untuk maju nanti ini kita terbuka saja apalagi teman-teman partai lain memberikan dukungan ya walaupun dukungan secara apa legal formal itu belum ada . Tetapi silaturahmi ini menjadi syarat.

” Satu syarat , bahwa  itu jadi sudah , kita ikut saja kalau saya dari Bintuni,  saya harus tahu diri, saya orang dari tempat yang lain datang ke tempat yang punya rumah,  kebetulan pak Al faris kan punya rumah, jadi saya datang ke beliau, saya tidak punya rumah di sini, jadi saya harus datang ke beliau gitu ceritanya. ” jelas Bupati Teluk Bintuni dua periode itu kepada wartawan.

Saat di singgung wartawan apakah ini penjajakan 50 persen  , Petrus Kasihiw menjwab  , ” Ya nanti kita tunggu , masih ada waktu satu minggu lagi ke depan , hari ini nanti kehabisan berita gitu. kita ada perkembangan lebih baik lagi , lebih-lebih intens lagi jadi ada pertemuan-pertemuan lanjutan. ” ungkap anak buah Surya Paloh itu. [HS]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

https://mediaprorakyat.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_2023-08-21-22-41-08-24_6bcd734b3b4b52977458a65c801426b0.jpg