Home / Berita

Rabu, 29 Maret 2023 - 15:34 WIT

Anggota PPD Sebut Biaya Operasional Tidak Cukup  Untuk Sukseskan Pemilu di Teluk Bintuni

Sekretaris KPU Teluk Bintuni Said Musaad saat diwawancarai wartawan dihadapan anggota PPD . Rabu (29/3/2023)

Sekretaris KPU Teluk Bintuni Said Musaad saat diwawancarai wartawan dihadapan anggota PPD . Rabu (29/3/2023)

Anggota PPD wilayah kerja KPU Teluk Bintuni sampaikan aspirasi kepada Sekretaris KPU Teluk Bintuni, Rabu (29/3)

BINTUNI , Mediaprorakyat.com – Puluhan Anggota Panitia Pemilihan Distrik ( PPD ) wilayah kerja  Komis Pemilihan Umum ( KPU ) Teluk Bintuni mendatangi Kantor KPU Teluk Bintuni untuk menyampaikan aspirasi terkait  biaya operasional mereka. Bintuni  , Rabu (29/3/2023).

Salah satu dari anggota PPD yang turut serta , Soter Orocomna dari Moskona Utara mengatakan ,kedatangan kami untuk memberikan masukan kepada KPU Teluk Bintuni terkait biaya operasional yang di terima anggota PPD dan PPS.

“ Kami semua anggota PPD dari 24 distrik se-kabupaten Teluk Bintuni , kesini untuk membicarakan biaya operasional PPS dan juga PPD ,  dalam hal ini nilainya kurang dari harapan kami , sehingga kami datang kesini untuk memberikan masukan agar KPU bisa melihat hal ini. Karena dana yang di keluarkan oleh pemerintah tidak menjawab kebutuhan kami di lapangan, terutama kami yang ada di daerah pegunungan , pesisir dan juga dataran,“ terang anggota PPD Moskona Utara.

Soter Orocomna mengungkapka  bahwa dalam melaksanakan tugasnya sebagai anggota PPD dirinya kerap menggunakan dana pribadi , “Kami bekerja dengan dana pribadi , sehingga masih ada utang yang kami harus tanggung,  makanya kami datang kesini untuk membicarakan hal ini supaya ada tanggapan dari KPU dan juga pemerintah,“ ujarnya.

Soter menerangkan bahwa honor yang diterima sebagai anggota PPD sebesar empat juta empat ratus ribu rupiah   perbulan dan petugas PPS menerima satu juta empat ratus ribu rupiah per bulan itu tidak cukup mengingat geografis di daerahnya tidak mudah di jangkau.

Soter berharap agar biaya operasional itu dipertimbangkan , agar pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik . Karena minimnya biaya operasional tersebut kami mengalami kendala untuk melakukan tahapan – tahapan .

“ kalau ke daerah saya Moskona Utara bisa menghabiskan dana sebesar 16 juta untuk mencarter mobil pulang pergi , kalau pesawat 35 juta. Kalau penyampaian kami ini tidak ditanggapi oleh KPU dan pemerintah , maka kami akan mengembalikan ke KPU , kami tidak akan bekerja. Biar saja KPU daerah dan pusat yang bekerja . “ Ucap Soter .

Baca Juga  Fredrik Paduai Memanfaatkan Libur untuk Peningkatan Pelayanan Dukcapil Teluk Bintuni

Pada kesempatan itu Sekretaris KPU Teluk Bintuni Said Musaad yang sebelumnya menerima dan mendengarkan penyampaian aspirasi dari anggota PPD dan PPS di halaman kantor KPU itu, menyampaikan bahwa soal biaya operasional itu PPD itu merujuk dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia  yang jumlahnya empat juta empat ratus   ribu rupiah per bulan  dan untuk operasional PPS itu satu juta empat ratus ribu rupiah  per bulan, nilainya sama dengan yang di sampaikan oleh Soter Orocomna.

Sambung Said Musaad namun teman-teman merasa anggaran tersebut tidak mencukupi , sedangkan anggaran itu seluruh Indonesia nilainya disamakan.

” Melihat kondisi mereka dengan melihat letak geografis seperti Moskona itu dianggap tidak adil buat mereka karena empat juta empat ratus itu untuk biaya transportasi mereka saja itu kurang. Akan tetapi kami dari KPU tetap menerima mereka dengan baik , aspirasi mereka, saran pendapat mereka karena ini bukan kewenangan kita , sehingga aspirasi ini akan kami buat dalam bentuk laporan untuk kami laporkan ke KPU RI melalui KPU Provinsi supaya bisa di ketahui . Persoalan itu ada perubahan atau tidak, selanjutnya kami menunggu jawaban apakah ada tanggapan berdasarkan laporan itu nanti. ” Terang Sekretaris KPU Teluk Bintuni.

Sekretaris KPU Teluk Bintuni juga menambahkan saat ini pembayaran honor untuk PPD dan PPS itu lewat rekening , ” pilkada 2019 dan pemilu 2024 beda , dulu honor di bayar cash sekarang lewat transfer dari Bank BRI ” terangnya.

Sambungnya , namun ada beberapa hal yang menjadi kendala dimana masih banyak petugas PPD dan PPS yang Buku rekening nya belum jadi , karena pihak Bank BRI hanya mampu mencetak Buku rekening sebanyak 20 buku setiap hari.

Baca Juga  Polres Teluk Bintuni Gelar Latpra Operasi Mantap Praja Tangguh II 2024

” Tadi kami sudah meminta kepada pihak bank agar mempercepat pembuatan buku rekening , agar anggota PPD dan PPS kita bisa menggunakan biaya operasional yang telah mereka terima lewat rekeningnya. ” ujar Said Musaad. (hs) 

Share :

Baca Juga

Ketua KPU Kabupaten Teluk Bintuni, Muhammad Makmur Memed Alfajri

Berita

Mujiburi Anshar Nurdin Resmi Ditetapkan, KPU Wajibkan LHKPN Sebelum Pelantikan
Sekretaris Badan Kesbangpol Teluk Bintuni, Kenny Kendiwara, S.IP, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Berita

Kesbangpol Teluk Bintuni Dorong Organisasi Tertib Administrasi Sesuai Aturan

Berita

Lima Prodi Dibuka, UNIMUTU Resmi Buka PMB 2026/2027

Berita

Polres Teluk Bintuni Gelar Apel Operasi Keselamatan Mansinam 2026, Fokus Tekan Angka Kecelakaan
Keterangan Foto: Ketua DPW PPP Papua Barat, Yasman Yasir (kanan), bersama mantan Bupati Kabupaten Fakfak, Dr. Wahidin Puarada (bersongkok putih), serta Wagiman (kaus merah) dan Fajar Kukuh, usai berdiskusi di Jakarta, Minggu (1/2/2026). Foto: Istimewa.

Berita

Yasman Yasir dan Mantan Bupati Fakfak Siap Rebut Kursi DPR RI 2029
Keterangan Gambar: Anggota DPRK Teluk Bintuni dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Wagiman, S.E. (kanan), berfoto bersama Ketua Umum DPP PPP , H. M Mardiono dalam kegiatan konsolidasi partai. Wagiman menyoroti konflik internal PPP yang dinilainya berpotensi melemahkan soliditas dan kepercayaan publik menjelang Pemilu 2029.

Berita

Wagiman: Perbedaan di PPP Jangan Hilangkan Rasa Persaudaraan

Berita

Terima SK, Yasman Yasir Kembali Pimpin DPW PPP Papua Barat, Mesin Politik Mulai Dipanaskan

Berita

Irjen Alfred Papare Resmi Jabat Kapolda Papua Barat dalam Sertijab di Mabes Polri