Saat Tatap Muka, Kepala Suku Moskona Minta Perusahaan Tidak Pegang Ijin HPH Dicabut

BINTUNI || Mediaprorakyat.com Dalam sesi tanya jawab saat kegiatan tatap muka dengan masyarakat Distrik Moskona Barat dalam rangka pengembalian ke kampung halaman di hadiri oleh Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) dan Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, Senin (2/8/2021)

Kegiatan tatap muka juga di hadiri oleh  Bupati Teluk Bintuni, Ketua DPRD Kabupaten Teluk Bintuni, Wakil Bupati , Forkopimda Teluk Bintuni , Tokoh Masyarakat Moskona dan Masyarakat Moskona Barat ( pengungsi Meyerga ) pasca penyerangan kelompok KNBP Maybrat beberapa waktu lalu.

Keterangan Gambar : Kepala Suku Besar Moskona Simson Orocomna (Batik Coklat Muda) di dampingi oleh Mektison Meven ( Tokoh Masyarakat Moskona ) saat kegiatan tatap muka di tribun GSG Bintuni, Senin ( 2/8/2021)

Dalam sesi tersebut Simson Orocomna sebagai kepala Suku Besar Moskona menyatakan bahwa situasi keamanan di wilayah Distrik Moskona Barat aman dan kondusif.

” Saya sebagai Kepala Suku Besar Moskona  ingin menyampaikan ke Bapak Bupati dan Bapak Gubernur bahwa Moskona Barat itu aman. Moskona Utara, Barat, Timur , aman, ” tegas Simson

Menurut Simson Orocomna peristiwa yang terjadi di Kampung Meyerga itu  miscomunikasi,  karena yang melakukan  itu bukan masyarakat Moskona Barat, itu di lakukan oleh masyarakat di luar Moskona Barat, karena faktor cemburu.

Simson juga menjelaskan, Sebelum masyarakat kampung Meyerga mengungsi ke Bintuni, Sebelumnya Kepala Distrik Moskona Timur ini sudah menghubungi Ketua DPRD Kabupaten Teluk Bintuni Simon Dowansiba.

” Saya sudah telepon Ketua DPRD agar di sampaikan ke Bapak Bupati agar masyarakat disana di ungsikan dulu, selanjutnya pihak keamanan kesana  untuk mengamankan kalau sudah aman masyarakat saya kembali, ” Kata Simson Orocomna.

Secara tegas Simson Orocomna mengatakan  Sembilan Distrik yang ada di wilayah Moskona aman. Lanjutnya peristiwa yang terjadi di Meyerga itu di lakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak suka dengan kita yang ada di Teluk Bintuni.

” Mereka cemburu di wilayah kita ada perusahaan raksasa,  di Bintuni ada,  di Moskona Barat ada. Jadi kita butuh orang yang  profesional karena disana banyak potensi alamnya, ” kata Simson.

Simson juga menyebutkan Orang tua ( Ayah) dari Gubernur Papua Barat Lodewijk Mandacan salah satu tokoh  Suku Arfak dan merupakan tokoh besar pada masa perjuangan Tri Komando Rakyat (Trikora) yang dicetuskan Presiden pertama RI Soekarno.

“Tadi yang di sampaikan oleh Bapak Gubernur  terkait Perjuangan Bapak Lodewijk Mandacan , Orang tua kami di Moskona tidak pernah di undang hanya sebatas Bintuni, Pegunungan Arfak, Keybar dan Sorong, jadi saya sampaikan ke Bapak Gubernur orang tua kami tidak pernah sampaikan itu, ” kata Simson.

Simson menambahkan untuk perusahaan yang tidak memiliki ijin HPH ( Hak Pengusaha Hutan) di wilayah Moskona Barat agar segera di cabut demi keamanan.

” Saya sampaikan  kepada Bapak Bupati , Kapolres Teluk Bintuni, Ketua DPRD sementara perusahaan yang beroperasi di Wilayah Moskona Barat yaitu HPH kalau ijin tidak lengkap segera di cabut demi keamanan di Distrik Moskona Barat, ” tutup Simson Orocomna.

Kemudian beberapa pernyataan dan permintaan  juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Moskona  Mektison Meven S.IP, MM, dia mengatakan kenapa terjadi sesuatu di Moskona Barat? menurut mantan Wakil ketua I DPRD kabupaten Teluk Bintuni itu karena akses jalan dari Bintuni ke Moskona Barat tidak lancar.

” Akses dari Bintuni ke Moskona Barat kalau tidak ada kendala bisa di tempuh dua jam, tapi kalau ada banjir jalan rusak maka lebih dari dua jam baru bisa sampai di sana. Kondisi disana itu seperti Daerah Terisolir sama seperti Distrik Moskona Utara dan Timur padahal Moskona Barat dekat dengan Bintuni, ” ungkap Mektison Meven.

Politikus asal Moskona ini juga meminta kepada Pemerintah Provinsi juga Pemerintah  Daerah Kabupaten Teluk Bintuni agar memperhatikan masa depan pemuda Moskona agar tidak dapat di hasut oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab.

Pemuda kita banyak yang sarjana, putus sekolah,  yang nganggur-ngangur juga banyak disana mereka tidak diberdayakan, sehingga ada ajakan-ajakan yang kita tidak tahu itu juga menjadi gangguan buat kita.
Jadi kedepan kalau ada penerimaan CPNS dari Kabupaten, Provinsi juga untuk Pak Pangdam dan Pak Kapolda ini juga menjadi catatan kedepan agar pemuda asal Moskona di terima, karena kita juga bagian dari Tujuh Suku.

Permintaan terakhir Mektison Meven, dia berharap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Berikutnya agar dilaksanakan di Wilayah Moskona.

” Kalau di daerah kota disini gampang cari uang walaupun tidak ada program TMMD. Jadi program TMMD itu harus di daerah terisolir, ” Sebut Meven.

Menanggapi penyampaian dua tokoh  masyarakat Moskona tersebut Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan mengatakan kedepan kita akan membuat jadwal untuk duduk bersama di Moskona Barat , nanti di hadiri tokoh masyarakat Arfak,  tokoh masyarakat Moskona dari Sembilan Distrik Wilayah Moskona juga di hadiri  Pangdam dan Kapolda.

” Saya minta kepada Bapak Bupati agar di fasilitasi dan di jadwalkan nanti, jadi kita tunggu informasi dari Bupati, ” Ujar Gubernur juga sebagai Kepala Suku Besar Arfak itu.

Soal perekrutan anggota Polri , Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo menjawab perekrutan anggota Polri untuk pemuda-pemudi asal  Moskona tahun ini ada empat orang yang masuk.

” Kedepan keempat anggota Polri asal Moskona itu kita akan kembalikan kesana setelah dia baik dan ini juga menjadi alasan kita akan membuat Polsek di sana, ” pungkas   Tornagogo Sihombing. ( Haiser Situmorang )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *